lelah

April 26, 2008

pernahkah kamu merasakan lelah, jengah dan entah apa yang dirasa? ketika semua tak lagi sama, ketika impian hanyalah angan, ketika harapan hanyalah bintang.

apa yang bisa ku raih, apa yang akan ku rasa. nyatanya hanya lelah yang terasa. lalu aku harus bagaimana?

semuanya bagian dari hidupku. tapi ku tak bisa jadi bagian dari semuanya. pundakku terlalu lelah tuk bersimpuh menahan beban yang entah kapan kan terasa ringan.

maju terus melangkah dan hanya luka yang bertambah ketika terjatuh.

ketika ku melihat kebelakang, aku hanya bisa bersyukur dan menarik nafas dalam. betapa beruntungnya aku, betapa beruntungnya kesempatan yang ada. tapi aku tetap tak bisa.

aku menyerah, tidak boleh menyerah. sekarang hanya ada aku dan sedikit harapan..

akankah harapan menjadi tujuanku untuk bertahan.

cinta

April 21, 2008

malam dingin menusuk kalbu, jiwa raga terasa dingin apalagi dengan asa.

itulah yang sedang gadis kecil rasakan. dingin oleh malam.. sepi.. dan sendiri..

” wahai bintang malam tak dapatkah kau menghangatkanku, biasanya sinarmu menentramkan aku. tolonglah malam ini saja aku butuh sinarmu! ” si gadis menatap langit melihat bintangnya.

langit hitam, angin bertiup kencang, tapi si gadis kecil tak beranjak entah apa yang dia cari.

” oh Tuhan, apa yang sedang kurasakan. akupun tak tau apa yang kurasakan? aku benci ini.. ” keluh si gadis kecil.

” halo gadis kecilku, apakah kau sedang jatuh cinta? ” tanya wanita berbaju putih.

“tidak tentu saja tidak” sahutnya dengan gelisah dan pasti.

“kamu sedang jatuh cinta!”  wanita berbaju putih meyakinkan.

suasana kembali hening. dingin tapi terasa panas. cukup lama kondisi itu terjadi.

“aku ga mau jatuh cinta.. apa itu cinta? apakah rasanya sesakit ini? apa cinta itu berarti pergi!” gadis kecil itu menahan isaknya.

diam.. diam.. dan diam..

” sudah cukup luka yang dalam, tolong jangan ditambah lagi.. TOLONG jangan ditambah lagi!!!! tidakkah kau mengerti? ” kemudian si gadis kecil menarik napas dalam dan panjang.

” apa yang harus kurasakan untuk menahan rasa ini? ” ucap si gadis kecil dengan berbisik. kembali dia menatap langit, menatap bintang di langit, jauh di sana.

” bintang itu sungguh indah ya.. biarlah tetap dilangit.. selalu disana, menyejukan, menghangatkan dan selalu ada. ” ucap si gadis.

” rasa itu ga pernah salah gadisku. sekarang tinggal kau berani melangkah atau tidak. cinta itu hidup, tanpa cinta seseorang tidak akan hidup. dengan cinta kau dapat berjalan melewati waktumu, dengan cinta kau akan merasa aman dan terlindungi, cinta yang memberikan kau kehangatan dan kedamaian jiwa, cinta yang akan mendampingi, cinta yang membuatmu kuat dan cinta yang membuatmu ada. ” jawab si wanita berbaju putih.

” tapi aku ga ingin itu. “

subjektivitas

April 21, 2008

subjectivitas.. sebenarnya apa itu subjectivitas??

suatu pagi yang cerah, sabtu pagi yang membosankan. saya meluangkan diri untuk sedikit berbincang-bincang dengan sahabat saya. cukup lama kami tidak berbincang seperti ini. awalnya, saya hanya menanyakan apakabarnya? karena dia tampak cukup lelah dan banyak berpikir. ternyata memang begitulah kondisinya. berpikir tentang kehidupan dan segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini. pertikaian, perpecahan, peperangan, kekacauan.. sebenarnya apa yang membuat itu terjadi?
untuk semua yang kami bahas, bahasan yang paling complicated adalah mengenai apa itu agama? dan menurutnya adalah agama itu adalah suatu cara kita untuk bersyukur. dan semua agama itu sama. masuk akal bukan? tapi apakah memang hanya sebatas itu kita memandang suatu agama?

yang mau saya bahas disini adalah bukan kepada arti dari agama, tetapi lebih kepada penilaian orang tentang apa itu agama.
ngomong-ngomong tentang agama, ini adalah sesuatu yang sangat crucial, disentuh sedikit jika meledak akan berakibat fatal. tentunya setiap orang punya pandangan masing-masing tentang kasus ini. itulah yang dinamakan dengan subjectivitas. apapun yang kita lihat, yang kita pikirkan, yang kita inginkan akan bermuara kepada subjectivitas untuk segala bidang apapun baik sosial ataupun alam. mungkin jika sosial semua orang bisa menangkap subjectivitas yang dimaksud. jadi bagaimana dengan alam? semua teori yang diutarakan oleh para penemu-penemu itu adalah sebuah subjectivitas dari si penemu, karena teori itu adalah hasil dari pemikiran penemu? bagaimana? setujukah? nah, itu balik lagi ke masing-masing orang, alias balik lagi ke subjectivitas.

yang jadi masalah adalah jika subjectivitas setiap orang berbeda. efek yang paling aman adalah dipendam di hati dan mungkin bisa menjadi dendam. efek yang dasyat adalah terjadinya suatu perpecahan karena suatu kesalahpahaman. pada dasarnya setiap orang itu tidak mau kalah akan pandangan yang dia punya. jadi efek kedua yang sering terjadi.
menurut saya, hal itu bisa saja tidak terjadi asalkan setiap orang sadar akan teori subjectivitas dan menghargai setiap subjectivitas yang orang lain miliki. kenapa perbedaan subjectivitas itu tidak dijadikan suatu konsep atau teori baru yang mungkin akan membawa pembaharuan? subjectivitas yang berbeda bukan untuk dijadikan suatu alasan seseorang atau sekelompok orang untuk membuat konflik. karena kedua pihaklah yang akan dirugikan. jadi sadari subjectivitas yang kita miliki dan hargai subjectivitas yang orang lain miliki. jika situasi seperti itu dapat berjalannya. tentunya konflik tidak akan terjadi, minimal bisa di minimalisir.

pasti

April 16, 2008

di suatu bukit, dimana tersebar bunga-bunga beraneka, burung-burung berkicau, awan-awan membentuk rupa. indah terlihat dan damai terasa. duduklah disana seorang gadis kecil, termenung sendiri menatap langit.

langit biru sungguh biru, tenang , aman.

” hah… bolehkah aku berada di sana? di tempat yang biru itu? aku tak ingin ada di sini! ” pikir gadis kecil.

menit berganti menit dan jam pun telah berganti. si gadis kecil itu tetap di sana termenung menatap langit. terasa hampa walau terlihat indah.

” hi gadisku, apa yang sedang kau kerjakan disini? ” tanya seorang wanita berbaju putih yang datang menghampiri.

” haahhhh ( sambil menarik napas ),, hanya sedang berpikir untuk apa aku disini? ” jawabnya.

” mengapa kau berpikir begitu? ” tanya si wanita dengan kecewa.

” aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan disini. semua terlihat abu-abu. ” jawab gadis kecil tetap melihat langit, tanpa memandang si wanita.

” tidakkah kau tahu apa yang harus kaulakukan? kenapa kau tidak mencarinya? “

” untuk apalagi?? untuk sesuatu yang tak pasti, mencari sesuatu yang tak pasti? rasanya aku lelah. “

” tapi untuk itulah kamu disini. mencari sesuatu yang tak pasti untuk membuatnya menjadi pasti. walau yang tak pasti itu mutlak adanya. “

langit biru berganti senja. saatnya gadis kecil beranjak pulang. dan wanita pun menghilang.