Pathetic RSCM
Agustus 15, 2008
RSCM, sebuah rumah sakit milik pemerintah yang berada di Jantungnya kota Jakarta, dengan segenap aktivitas dan hiruk piku, crowded, sumpek, kotor dan berdebu, penuh aktivitas dan ketidakpedulian satu sama lain.. tempat dimana orang yang ga sakit bisa jadi sakit karena kebodohan manusia-manusianya.. lama di sana bisa jadi ikutan bodoh..
rasa yang menyakitkan
Agustus 14, 2008
malam ini.. angin laut begitu dingin, berhembus, menari-nari mengelilingi si gadis kecil.. kedua tangan si gadis mendekap tubuhnya dengan begitu kencang untuk sedikit menghangatkan dan untuk menjaga agar tidak terlempar lalu tenggelam di laut. padahal dia sudah menggunakan jaket yang tebal lengkap dengan capucon, kaus kaki dan kaus tangan.. tetapi dingin sudah terlalu menjalar melalui urat nadi mengalir kedalam darah ke seluruh tubuh..
kali ini gadis kecil tidak disana untuk merenung tidak juga untuk tersenyum ataupun meraung dia disana untuk tidak tau apa.. hanya terdiam.. mendengar desiran ombak menepi menyentuh pasir, melihat kekakuan laut hitam gelap.. menambah kekelaman akan hatinya.. dan lagi-lagi terdiam..
ada apa dengan dirinya.. ada yang sedang dipikirkannya.. tentang dia..
” oh angin tolong bawa kesedihanku dengan hembusanmu.. oh laut tolong bawa kebimbanganku dengan desiranmu.. Tuhan tolong aku, aku harus bagaimana dengan hatiku?? “
sekarang dia sudah sadar akan cintanya.. ketika kebahagian telah menyentuh hatinya seketika itu pula semua yang tampak berwarna berubah menjadi hitam..
” oh Tuhan aku benar-benar mencintainya apakah ada yang salah dengan rasa ini?? aku takut dia yang datang hanya untuk pergi.. apakah rasa ini hanya sendiri.. “
siapa aku
Agustus 14, 2008
langit kelam dan gelap dan semakin lama semakin gelap.. segelap angan dalam pikirku menutup putih dalam hatiku sakitnya hanya sampai menusuk kalbu.. hanya..
bukan hanya menusuk kalbu, durinya menancap ke sanubari mencabik-cabik akan anganku, membunuhku dalam keheningan.. kenapa harus aku..
apakah ini?? siapakah aku??
aku mungkin bukan siapa-siapa.. tapi akankah aku menjadi siapa-siapa.. aku sudah tak berharap.. oh anganku tinggi setinggi langit biru tetapi langitnya sudah berubah kelam mengikuti hatiku..
sekarang angan dan harapanku sudah tak ada.. hilang bersama hembusan angin laut.. semua yang ada sudah hilang.. hingga kini aku tak tau siapa aku..