percaya

Maret 12, 2009

taman yang indah.. dengan bunga berwarna warni, dirimbuni hijaunya pepohonan.. hawa terasa dingin.. daun berguguran.. menghujani gadis kecil dengan daun-daun layu dengan ditemani kicau burung bercicit cuit menghancurkan kesunyian..

“gadis kecil apa yang sedang kau lakukan dengan hanya berdiri diam disana??” seekor burung berwarna kuning datang menghampirinya dan bertanya penasaran.
“ssssstttt.. diam dulu.. aku hanya sedang menunggu apakah dia akan pergi melompati pagar itu atau tidak?” jawab gadis kecil datar..

cahaya berganti malam.. malampun berganti terang dan gadis kecil masih diam berdiri disana..

“kenapa kamu masih diam berdiri disana gadis kecil, tak lelah-lelahnya kau hanya berdiri?” burung kuning pun menghampiri gadis kecil lagi..
“aku hanya sedang menunggu kapan pagar itu akan dia loncati?” datar tanpa ekspresi.
“apa yang  membuat dia harus meloncat pagar?”
“karena di luar sana ada serigala berbulu domba!” gadis kecil menjawab dengan seutas senyum simpul menyembul dari bibirnya.
“apa hubungannya?”
“serigala itu siap menerkam mangsa..”
“lalu kenapa dia harus meloncat jika dia ingin diterkam?”
“itu dia akupun tak tau..”
“mengapa tak kau tanyakan saja padanya kenapa dia ingin meloncat?” burung kuning terus bertanya penasaran dan itu sangat mengganggu gadis kecil.
“aduh, mengapa kau begitu berisik burung kuning.. aku tidak mau bertanya apa-apa.. seharusnya dia sudah tau dan aku hanya ingin tau saja..” jawab gadis kecil agak jengkel.
“tau apa gadis kecil? jangan lah kau marah.. nanti tidak terlihat indah”
“hahaha” gadis kecil tertawa jenaka.. ” aku hanya ingin tau sepintar apa dia..” jawab gadis kecil
“kau akan menunggunya hingga meloncat?? sampai itu sudah terlambat..”
“tidak.. “
“lalu??”
“tunggulah sebentar lagi..”

dia maju selangkah.. dua langkah.. siap dengan ancang-ancangnya..

“dia akan meloncat gadis kecil.. tidakkah kau memberi peringatan?” burung kuning malah lebih panik dari si gadis kecil.
“dia tau..”
“tau apa?? kau akan  menyesal..”
“tidak aku percaya padanya..”
“percaya kalau dia akan melompat..”
“tidak.. percaya kalau dia akan berbalik, berjalan melangkah, mengetuk pintu itu kemudian menghangatkan dirinya sambil menghirup coklat panas dan menonton tv sampai akhirnya tertidur..”
“yakin sekali kau.. dia sudah bersiap melompat..”
“yakin dan aku percaya.. karena itu yang membuatku bertahan disini untuk tetap melihatnya..” gadis kecil pun tersenyum.
“kau terlalu berharap!!”
“memang dan aku percaya..”

satu.. dua.. tiga.. dan dia pun berbalik sambil tersenyum..

Leave a Reply