balada kereta api

Maret 13, 2009

Aku duduk di tepi jendela kereta ini

di malam itu

ku buka buku dan terus membaca

mengusir sepi menunggu tiba

seketika itu pula

suara-suara sumbang mengusik telinga

datang menengadahkan kepalaku

seorang buta dengan gembolan besar

melolongkan lagu cinta

berjalan

sampai akhirnya tiba kepadaku

seketika itu pula aku hanya bisa bersyukur

datang dari sisi berlawanan

seorang wanita tampak tak jauh tua daripadaku

menyeset drinya dengan seorang anak

terlunta menyapu lantai

sedikit memaksa

aku melihatnya terganggu

seketika itu pula aku hanya bisa bersyukur

malam pun semakin gelap

pedagang asongan tampak lelah

berkeliling untuk hasil yang takĀ  cukup untukĀ  esok hari

duduk disampingku

peluh keringat

wajah kuyu

seketika itu pula lagi-lagi aku hanya bisa bersyukur

Leave a Reply