hari ini aku kembali teringat akan tujuan hidupku yang utama yaitu membahagiakan orang lain.. cukup..
sinetron masa kini
Maret 31, 2009
sedikit sharing tentang sinetron jaman sekarang.. menurut anda apakah ada kesamaan jalan cerita akan satu sinetron dengan sinetron lain?? kalo menurut saya, dan jika mungkin anda memperhatikan, jalan cerita setiap sinetron itu biasanya sama.. mengapa saya bisa berasumsi demikian? mari kita telisik..
pada awal cerita, akan ada seorang wanita yang jatuh cinta pada seorang lelaki atau sebaliknya.. nah biasanya si wanita memiliki status sosial C kebawah sedangkan sang lelaki A++.. yang menjadi masalah pertama adalah perjuangan si wanita dan si laki-laki hingga akhirnya mereka sama-sama sadar kalau mereka saling mencintai.. selesai masalah satu lalu muncul lagi masalah lain.. yaitu kalau ternyata salah satu keluarga kekasih itu tidak menyukai pilihan pasangan hidup anaknya.. mulailah deraian air mata bergelimpangan sepanjang sinetron.. siksaan demi siksaan, cemooh terus didera sang kekasih pilihan.. and the ending is mereka hidup bahagia.. akibat ketabahan hati pasangan akhirnya orang tua pun luluh.. tapi ternyata kebahagian mereka belom bisa didapat seutuhnya.. karena akan timbul masalah baru dengan datangnya orang ketiga.. biasanya si lelaki di taksir wanita lain.. nah bagian ini yang paling ngegemesin.. kelicikan orang ketiga dengan menghalalkan segala cara untuk mendapat sang lelaki.. bermanis-manis madu, iyakkksss.. plis deh.. kaya laki-laki cuma satu aja.. akhirnya harga dirimu menjadi tidak ada..
yang jadi pertanyaan adalah.. apakah yang membuat persamaan cerita dalam setiap sinetron?? kan katanya program televisi adalah refleksi dari kenyataan hidup masyarakat.. tapi apakah betul ada masyarakat yang mengalami hal itu??
hhhmmm… dalam setiap sinetron perempuan selalu jadi yang tertindas, menjadi wanita lemah tanpa daya, perempuan jadi sosok yang dibodohi-bodohi.. disisi lain perempuan juga selalu jadi peran antagonis, juga yang mengganggu hubungan kasih sayang si tokoh utama..
apakah itu refleksi dari masyarakat?? apakah itu yang harus masyarakat lakukan untuk bertahan??
sebagai contoh.. disetiap sinetron yang namanya orang ketiga itu pasti ada.. dan lagi-lagi rata-rata pemeran antagonisnya perempuan.. hhhmmm… koq ada ya perempuan yang udah tau si cowonya ga suka tapi tetep maksa perasaan?? apa ini bener-bener refleksi masyarakat kita..
memang dunia sudah tidak adil dengan lebih banyak populasi wanita daripada pria.. dan ternyata pria-pria yang lebih sedikit dari wanita ini ternyata milih pria juga..
huah.. jadi ngelantur nih topiknya.. intinya sih tentang sinetron indonesia.. apa dijadiin penelitian aja kali ya.. mungkin menarik.. hehe..
tidak puas
Maret 27, 2009
ketika manusia akhirnya dapat memiliki apa yang sangat mereka dambakan,,tidak dapat terungkap seberapa senang dirinya.. mendapatkan apa yang diinginkan sepenuh hati.. jika itu memang sepenuh hati.. dan jika memang rasa itu tulus.. bukan hanya karena kebutuhan atau yang masih dapat dikategorikan bermacam-macam..
lalu sampai kapankah rasa puas itu ada?? apakah itu hanya menjadi masalah waktu??
sayangnya, sering kali mereka merasa tidak puas.. ingin mencoba yang baru, coba,, coba dan coba.. yah untung-untung kalo bagus, jadi lumayanlah..
mereka hanya tidak atau belom sadar bahwa tidak ada yang sempurna di dunia.. harta, tahta dan wanita/pria salah satu bentuk ketidakpuasan.. hanyalah cobaan yang akan membuat terjadinya pengkhianatan, kesakitan, kecurangan..
dan akhirnya penyesalan..
balada kereta api
Maret 13, 2009
Aku duduk di tepi jendela kereta ini
di malam itu
ku buka buku dan terus membaca
mengusir sepi menunggu tiba
seketika itu pula
suara-suara sumbang mengusik telinga
datang menengadahkan kepalaku
seorang buta dengan gembolan besar
melolongkan lagu cinta
berjalan
sampai akhirnya tiba kepadaku
seketika itu pula aku hanya bisa bersyukur
datang dari sisi berlawanan
seorang wanita tampak tak jauh tua daripadaku
menyeset drinya dengan seorang anak
terlunta menyapu lantai
sedikit memaksa
aku melihatnya terganggu
seketika itu pula aku hanya bisa bersyukur
malam pun semakin gelap
pedagang asongan tampak lelah
berkeliling untuk hasil yang tak cukup untuk esok hari
duduk disampingku
peluh keringat
wajah kuyu
seketika itu pula lagi-lagi aku hanya bisa bersyukur
Pathetic RSCM
Agustus 15, 2008
RSCM, sebuah rumah sakit milik pemerintah yang berada di Jantungnya kota Jakarta, dengan segenap aktivitas dan hiruk piku, crowded, sumpek, kotor dan berdebu, penuh aktivitas dan ketidakpedulian satu sama lain.. tempat dimana orang yang ga sakit bisa jadi sakit karena kebodohan manusia-manusianya.. lama di sana bisa jadi ikutan bodoh..
politik
Juni 26, 2008
jika berbicara politik tidak akan pernah ada habis-habisnya. dari masa ke masa, jaman ke jaman di setiap belahan dunia yang namanya politik pasti akan selalu ada. sama dengan napas kehidupan yang akan selalu ada selama orang itu masih hidup.
politik adalah seni untuk mencapai kekuasaan atau adalah bagaimana cara seseorang untuk mencapai apa yang diinginkan dengan berbagai cara ( nah, kalo arti yang kedua menurut saya loh ). seperti halnya seni, maka politik itu ada yang cantik dan indah bahkan ada yang seperti sampah. tergantung seperti apa cara yang akan digunakan untuk mencapai keinginan itu.
sedikit menjabarkan tentang politik, dalam keseharian atau realisasinya tentu setiap orang itu pernah, akan, atau sedang berpolitik setiap hari dan untuk jangkauan luasnya setiap negara pasti melakukan politik. politik sebagai napas bangsa, dan dari sanalah akan dihasilkan sebuah kehidupan bangsa bernegara, ideologi seperti apa, semua tergantung dari strategi politik sang politikus yakni sang pemimpin ( atau sang pemimpi ?!? )
di Indonesia, tak dapat dielakan lagi, carut marut dunia perpolitikan dari jaman kemerdekaan sampai sekarang sudah jaman reformasi lagi tidak kunjung tuntas. kacau balau.. percaturan dunia politik semakin hari membuat keadaan bangsa semakin tidak karauan. kemiskinan dimana-mana, kesakitan dimana-mana, kejahatan dimana-mana. padahal setiap saat para politikus acap kali berjanji, berkoar-koar, berteriak-teriak untuk mensejahterakan rakyat, menciptakan kesejahteraan rakyat pada bangsa dan negara ini. tetapi realisasinya jauh dari kenyataan. yang ada hanya korupsi dimana-mana, kolusi dan nepotisme yang tak pernah hilang. itu semua hanya untuk mempertahankan keegoisan diri para politikus dan kelompoknya.
sungguh terlalu memang, ironis.. bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. dimana hati nurani itu berada, apakah orang-orang seperti itu masih bisa disebut manusia jika hati saja tidak ada?
memang tidak semua politik itu jahat. diantara semua kejahatan politik, politik yang baik tentunya juga ada. seperti kita ketahui ada ying dan yang, hitam dan putih, positif dan negatif pasti ada. begitu pula juga ada politik yang “bermaksud baik”. hanya saja pada awalnya memang berniat baik, tapi begitu apa yang didapatkan sudah tergenggam apa mau dilepas lagi. tentu tidak mungkin?
yah, ini hanya sekedar wacana tentang pandangan saya akan politik di indonesia yang tidak terkendali karena kepemimpinan yang tidak pasti, tidak tearah dan tidak berwibawa. yang pada kesimpulannya ” politik itu tidak memiliki nurani. karena yang ada hanya kepentingan, kepentingan dan kepentingan. yang salah jadi benar dan yang benar ga akan pernah benar. kaum elite akan tetap menjadi kaum elite, kaum buruh akan tetap menjadi buruh. ” jadi sampai kapan indonesia akan menjadi negeri makmur dengan sejuta pesakitan?
nasib
Juni 19, 2008
dalam menjalani kehidupan setiap orang tentu tidak melulu merasakan kebahagian. ibarat bumi ini berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari sehingga bumi akan mengalami masa terang dan gelap. begitupun juga dengan manusia, berputar menjalani nasibnya, kadang berjalan kesisi yang gelap dan kadang kembali ke sisi yang terang dimana manusia tidak dapat memilih untuk selalu berada di sisi yang terang.
itu yang namanya nasib.. mungkinkah nasib itu dapat dirubah? apakah jalan hidup atau nasib tergantung dari seberapa besar usaha dan doa? bukankah nasib setiap manusia sudah ada garisnya? jadi untuk apa manusia perlu usaha keras untuk merubah nasibnya jika nasib itu sudah ditentukan sejak manusia ada di muka bumi ini..
katakan kebenaran walau pahit
Juni 6, 2008
” katakan kebenaran walau pahit “
quote ini, saya ambil dari salah satu kalimat yang mengena di buku “laskar pelangi”.
cerita tentang “laskar pelangi” waktu pertama kali liat buku ini di toko buku agak males juga buat baca apalagi beli. yah, buku yang saya baca juga ga saya beli sih, boleh pinjem dari sodara. hehe.. membaca sinopsisnya koq ga menarik ya??? tapi ya karena perkembangan jaman, akhirnya saya coba untuk membuka halaman per halaman dari buku ini.
hhhmmmm,, keputusan yang tepat ternyata.. buku ini banyak memberi pelajaran. salah satunya adalah ” katakan kebenaran walau pahit “
seringkali kita, saya atau anda tidak mau tau kebenaran yang sesungguhnya karena takut akan sesuatu hal yang pahit. itulah manusia hanya menginginkan hal yang selalu baik dan saya rasa itu sangatlah wajar. ketakutan akan hal yang sebenarnya, tidak mau menerima kenyataan, dan tidak mau kehilangan. kita sering kali mengingkari kebenaran karena tidak mau tau apa yang sebenarnya benar. padahal belum tentu hal yang benar itu akan menyakitkan. atau ternyata hal yang benar itu menyakitkan tapi itulah yang terbaik.
hidup itu pilihan. yang ada hanya baik atau buruk. kalo ternyata ada abu-abu itu karena kita yang mau. karena kita yang ga bisa milih. karena kita takut akan kebenaran.
cobalah untuk membuka pikiran, membuka mata, membuka telinga, membuka hati. jangan bohongi diri sendiri karena itu akan lebih menyakitkan dari pada kita tau kebenaran yang sesungguhnya. jadi tolong kawan katakanlah yang sebenarnya!!! walau itu pahit, sakit.. tapi akan menjadi yang terbaik. karena yang terbaik tidaklah selalu yang terindah.
” katakan kebenaran walau pahit “
subjektivitas
April 21, 2008
subjectivitas.. sebenarnya apa itu subjectivitas??
suatu pagi yang cerah, sabtu pagi yang membosankan. saya meluangkan diri untuk sedikit berbincang-bincang dengan sahabat saya. cukup lama kami tidak berbincang seperti ini. awalnya, saya hanya menanyakan apakabarnya? karena dia tampak cukup lelah dan banyak berpikir. ternyata memang begitulah kondisinya. berpikir tentang kehidupan dan segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini. pertikaian, perpecahan, peperangan, kekacauan.. sebenarnya apa yang membuat itu terjadi?
untuk semua yang kami bahas, bahasan yang paling complicated adalah mengenai apa itu agama? dan menurutnya adalah agama itu adalah suatu cara kita untuk bersyukur. dan semua agama itu sama. masuk akal bukan? tapi apakah memang hanya sebatas itu kita memandang suatu agama?
yang mau saya bahas disini adalah bukan kepada arti dari agama, tetapi lebih kepada penilaian orang tentang apa itu agama.
ngomong-ngomong tentang agama, ini adalah sesuatu yang sangat crucial, disentuh sedikit jika meledak akan berakibat fatal. tentunya setiap orang punya pandangan masing-masing tentang kasus ini. itulah yang dinamakan dengan subjectivitas. apapun yang kita lihat, yang kita pikirkan, yang kita inginkan akan bermuara kepada subjectivitas untuk segala bidang apapun baik sosial ataupun alam. mungkin jika sosial semua orang bisa menangkap subjectivitas yang dimaksud. jadi bagaimana dengan alam? semua teori yang diutarakan oleh para penemu-penemu itu adalah sebuah subjectivitas dari si penemu, karena teori itu adalah hasil dari pemikiran penemu? bagaimana? setujukah? nah, itu balik lagi ke masing-masing orang, alias balik lagi ke subjectivitas.
yang jadi masalah adalah jika subjectivitas setiap orang berbeda. efek yang paling aman adalah dipendam di hati dan mungkin bisa menjadi dendam. efek yang dasyat adalah terjadinya suatu perpecahan karena suatu kesalahpahaman. pada dasarnya setiap orang itu tidak mau kalah akan pandangan yang dia punya. jadi efek kedua yang sering terjadi.
menurut saya, hal itu bisa saja tidak terjadi asalkan setiap orang sadar akan teori subjectivitas dan menghargai setiap subjectivitas yang orang lain miliki. kenapa perbedaan subjectivitas itu tidak dijadikan suatu konsep atau teori baru yang mungkin akan membawa pembaharuan? subjectivitas yang berbeda bukan untuk dijadikan suatu alasan seseorang atau sekelompok orang untuk membuat konflik. karena kedua pihaklah yang akan dirugikan. jadi sadari subjectivitas yang kita miliki dan hargai subjectivitas yang orang lain miliki. jika situasi seperti itu dapat berjalannya. tentunya konflik tidak akan terjadi, minimal bisa di minimalisir.